Sebuah podcast hasil pembelajaran materi perpustakaan digital di semester lalu jurusan IPI yang mengkaji suatu fenomena perumpamaan berdasarkan sudut pandang kepustakawanan.Suasana pagi di desa x sudah riweh dengan kegiatan anak-anak, ada yang sibuk berlari-lari mengejar kijang kesana kemari, bermain tanah, main air, masak hasil buruan, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan, tapi dari semua kegiatan itu tidak ada satu pun kegiatan yang bisa menambah ilmu membaca menulis dan berhitung, yang mereka kerjakan hanya sebatas kegiatan sehari-hari mereka, dan monoton seperti itu setiap harinya. Dari banyaknya manusia yang tinggal di desa x tersebut, ada wanita biasa yang miskin ingin bercita-cita menjadi orang yang berguna untuk desanya, pikirnya agar tidak menjadi desa yang buta akan ilmu pengetahuan. Wanita itu rela pergi ke kota sebrang untuk menimba ilmu, yang kelak akan disalurkan ilmunya untuk anak-anak di desanya. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dia lewati sampai tahun demi tahun pun dia lewati. Selama proses mencari ilmu, dia bertukar pengalaman dan informasi dengan sesama temannya disana yang juga sama ingin menjadi guru di desanya. Sampai pada waktunya, wanita itu pulang ke desanya untuk mengabdikan ilmu yang didapat. Anak-anak di desa mulai diajarkan ilmu seperti membaca, menulis, dan berhitung dilakukannya secara rutin dengan begitu telaten mengajarkan anak-anak yang sifatnya pasti berbeda, walaupun kondisi tempat yang terbatas, semangat anak-anak desa untuk ingin tahu hal yang baru itu lebih besar. Pertemanan si wanita dengan temannya disana membuat si wanita mampu membuat dirinya makin semangat untuk mengabdikan untuk desanya. Suatu hari, ada ketika dimana anak-anak itu inginnya bermain terus tapi si wanita itu justru membiarkan anak-anak bermain, pelan-pelan wanita itu ikut bermain dengan mereka dan disaat itu pula wanita itu sebenarnya bermain sambil mencoba mengajarkan membaca kepada anak-anak itu, lama kelamaan anak-anak itu merasa nyaman dan sudah bisa berbagi tawa dengan si wanita itu, wanita itu pun sangat bahagia melihat mereka bahagia. Desa x itu rupanya lambat laun terdengar ditelinga desa sebrang bahwa para rakyatnya terutama anak-anak desa x kini sudah bisa melek akan pentingnya ilmu pengetahuan dan wanita itu mendengar hal itu sangat bahagia, desanya yang dulu hanya bisa ini saja, sekarang sudah lebih maju ini dan itu. Wanita itu akan terus mengabdi hingga akhir hayatnya memberikan ilmu yang bermanfaat untuk generasi muda di desanya.
-sekian-
Menurut saya dari fenomena yang saya ceritakan diatas, bisa kita kaji berdasarkan sudut pandang kepustakawanan dimana pertama kita harus mencari dan memetakan fenomena itu sebagai berikut;
-Subjeknya ada: si wanita, teman si wanita, anak-anak desa,
-subjek dengan sifatnya:
-si wanita sifatnya dermawan, telaten, sabar, pekerja keras, tidak mudah putus asa
- teman si wanita sifatnya baik,
- anak-anak desa sifatnya rasa ingin tahu yang tinggi,
Hubungan antar subjek dan sikapnya:
- si wanita dengan temannya, bersikap sama-sama open minded, saling bekerja sama, tidak egois dimana mereka saling bertukar pengalaman dan ilmunya untuk berbagi kepada orang-orang yang membutuhkannya atau untuk hal yang bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.
- si wanita dengan anak-anak desa, bersikap telaten dan sabar ketika menghadapi sifat mereka yg berbeda dan diatasi dengan cara yg mampu mereka semakin nyaman dengan si wanita itu.
Berdasarkan cerita tersebut, setiap tokoh yang terlibat merasakan bahagia, si wanita bahagia karena sudah bisa membantu dan memberikan ilmunya kepada anak-anak di desanya, anak-anak desa merasa bahagia karena bisa mengetahui banyak hal baru yang mereka tahu
Selanjutnya kita akan kaitkan dengan etika pustakawan pada fenomena ini,
Desa x ibarat perpustakaan x, wanita itu ibarat pustakawan, anak-anak desa ibarat pemustaka, teman si wanita itu ibarat rekan seprofesinya yang mampu bisa diajak kerjasama untuk membangun perpustakaan yang lebih baik
Maka, etika perpustakaan dalam memberikan pelayanan perpustakaan dengan keramahan yang meliputi kesabaran, perhatian, dan persahabatan antara petugas
perpustakaan dan pengguna pada etika pustakawan juga tergambar dalam fenomena ini dimana si wanita selalu telaten dan sabar memperhatikan anak-anak didiknya ketika menghadapi sifat mereka dan si wanita mampu menjalin tali pertemanan saat ia menimba ilmu di kota sebrang itu dengan tetap berkomunikasi untuk saling berbagi cerita mengabdi di desanya masing-masing.
Berikut podcast dalam bentuk mp3 yang saya buat.....Semoga Bermanfaat:)

2 Komentar
qaqa ini pengalaman pribadi kah ?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus